Sistem pemerintahan di Indonesia memiliki unik organisasi terendah yaitu desa dan kelurahan. Kini tiap kelurahan didorong menyelenggarakan Perpustakaan Kelurahan. Bagi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Magelang, Perpustakaan Kelurahan merupakan kepanjangan tangan dari pelayanan meningkatkan kebiasaan membaca kepada warga demi terwujudnya peningkatan kesejahteraan warganya. Artinya dengan memanfaatkan Perpustakaan Kelurahan maka bisa berdampak kepada kesejahteraan warga sekitarnya.

Oleh karena itu, Disperpusip Kota Magelang rutin menyelenggarakan Lomba Perpustakaan Kelurahan yang bertujuan membina dan mengevaluasi penyelenggaraan Perpustakaan Kelurahan.

Tahun ini, Pustakawan Untidar kembali terlibat sebagai juri dalam Lomba Perpustakaan Kelurahan yang diselenggarakan pada Senin-Rabu 3-5 Februari 2020. Pada hari pertama, juri mengunjungi keenam kelurahan di kecamatan Magelang Selatan, hari kedua di enam kelurahan di kecamatan Magelang Tengah dan hari terakhir di Magelang Utara dengan lima kelurahan.

“Ada banyak potensi di beberapa kelurahan, dan kemudian beberapa kelurahan tersebut harus dibina dengan lebih serius lagi oleh Disperpusip supaya perpusnya semakin sip! Sehingga muncullah ciri khas atau bisa disebut Perpustakaan Kelurahan Tematik. Namun bagi kelurahan yang belum potensial, tetap dibina tapi lebih woles.” jelas Dicki Agus Nugroho, juri dari pustakawan Untidar.

.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here