UPAYA MENINGKATKAN SOFT SKILL MAHASISWA DI PERGURUAN TINGGI

Oleh
Sri Haryati

DISAJIKAN PADA
SEMINAR ILMIAH SEMESTERAN
KORPRI SUB UNIT KOPERTIS WILAYAH VI JAWA TENGAH DI MAGELANG
TANGGAL 16 APRIL 2015

Abstrak

Pada abad 21, persaingan dalam berbagai bidang sangat ketat. Pemerintah harus memikirkan bagaimana agar sumber daya manusia Indonesia memiliki keunggulan kompetitif dalam kancah persaingan di dunia. Berdasarkan hasil riset dari United Nation and Development Program (UNDP), Indonesia berada di peringkat 110 dari 175 negara dalam kualitas sumber daya manusianya, di bawah Malaysia (56) dan Vietnam (108). Salah satu indikatornya adalah Human Development Index (HDI) atau indeks daya saing bangsa, yang merupakan salah satu hasil pendidikan yang masih memprihatinkan. Pada tahun 2011 HDI bangsa Indonesia berada pada ranking 114 dari 117 negara yang diteliti, turun dari 113 pada tiga tahun terakhir. Untuk itu perlu pengelolaan yang baik untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang ada sekarang ini. Salah satu bidang yang perlu ditingkatkan adalah penanganan sumber daya manusia melalui pendidikan. Dalam dunia kerja, 15% keberhasilan seseorang ditentukan oleh pengetahuan dan keterampilan teknis (hard skill) dan sisanya 85% ditentukan oleh keterampilan lunak (soft skill) dalam mengelola dirinya sendiri dan orang lain. Untuk memenuhi 85% kemampuan soft skill, mahasiswa dapat melakukan dan mengikuti berbagai kegiatan ekstra kurikuler yang dirancang perguruan tinggi. Perguruan tinggi sebagai salah satu institusi pendidikan dituntut untuk menghasilkan sumber daya manusia yang profesional, dan berdaya saing tinggi. Berbagai upaya telah dilakukan perguruan tinggi agar dapat memenuhi kualitas yang disyaratkan tersebut, seperti: perbaikan kualitas belajar-mengajar, peningkatan sarana-prasarana, pengembangan kurikulum berbasis kompetensi dan KKNI, peningkatan kualifikasi dosen, dan peningkatan unit kegiatan kemahasiswaan. Karena itu perguruan tinggi perlu memberikan kemampuan hard skill dan meningkatkan soft skill mahasiswa. Hard skill diperoleh melalui materi perkuliahan yang berhubungan dengan ranah kognitif, sedangkan soft skill untuk mengembangkan ranah afektif dan psikomotorik, yang dapat diperoleh dengan mengikuti kegiatan-kegiatan ektra kurikuler melalui kursus-kursus bahasa Inggris, komputer, mengikuti kegiatan kemahasiswaan, mengikuti program magang, belajar berwirausaha, dan pengunaan metode-metode pembelajaran yang inovatif.

full text klik di sini.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY