.

Rhenald Kasali memprediksi bahwa profesi Pustakawan merupakan salah satu profesi yang bakal hilang dalam dua puluh tahun kedepan sebagai dampak dari disrupsi teknologi (Disruption Technology). Lihat saja, berbagai pekerjaan di perpustakaan digantikan mesin, seperti mesin presensi, mesin pencari katalog, dan ada pula mesin pengembalian buku secara otomatis.

Menilik fenomena tersebut, Perpustakaan Universitas diberi kesempatan langka oleh Universitas Surabaya untuk mempresentasikan makalah berjudul “Menjadi Pustakawan Produktif di Era Disrupsi” yang diwakili oleh Dicki Agus Nugroho. Menurut Dicki, pustakawan sejatinya bekerja menerapkan ilmu yang diperolehnya. Kemudian masuk ke dalam masyarakat kampus dengan cara melihat permasalahannya. “Sehingga perlu adanya kemampuan praktik diluar ilmu perpustakaan untuk menjadi spesialis sehingga mampu memanfaatkan pekerjaan masa depan.”, tandas Dicki yang juga pustakawan ini.

Acara yang berlangsung pada Selasa-Rabu 20-21 Maret 2018 ini bertempat di Kampus 3 Ubaya di Trawas Kabupaten Mojokerto yang mencirikan kampus berbasis alam yang menawarkan pengalaman belajar outdoor.

Peserta yang berjumlah lebih dari 100 staf perpustakaan dan pustakawan ini merasakan kenyamanan dalam mengikuti presentasi makalah dan seminar walau menggunakan tiga bahasa yaitu Indonesia, Inggris dan Melayu. Pembicara yang berasal dari National University of Singapore Libraries, Mrs Lee Cheng Ean, menggunakan bahasa inggris yang begitu asyik diikuti oleh semua peserta. Kemudian Mrs Khasiah Zakaria PhD, Universiti Teknologi MARA Selangor Malaysia, menggunakan bahasa melayu campur inggris. Peserta pun tampak antusias mengikuti presentasi beliau.

Sedangkan pembicara dari Indonesia adalah Bapak Ida Fajar Priyanto, Pustakawan Universitas Gadjah Mada, dan Bapak Dr Bonnie Soeherman dari Universitas Surabaya, yang sangat jenaka dalam memaparkan materi yang menggelitik peserta. Materi keempat pembicara dapat diunduh di website Perpustakaan Ubaya.

.

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY