Perpustakaan Untidar kirim pustakawan untuk belajar mengelola koleksi audio visual di Unit Pelayanan Teknis (UPT) Perpustakaan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Materi tersebut ditargetkan dipraktekkan langsung di Untidar dengan menambah kapasitas layanan dalam teknologi audio visual khususnya koleksi compact disc karya Tugas Akhir Mahasiswa. Hal itu terbukti dari pelatihan yang digelar pada Selasa-Rabu (16-17/5/2017) lalu.

Pelatihan bertajuk “Pengemasan Audio-Visual Sebagai Bahan Informasi Digital” diadakan di Ruang Seminar ISI Surakarta. Materi dipaparkan pada Selasa adalah proses produksi televisi, dokumenter,iklan, berita, pengemasan audio visual sebagai bahan informasi, dan media sosial sebagai alat penyebaran informasi.

Sedangkan materi pada Rabu membahas tentang manajemen pengelolaan audio visual sebagai dokumen, dan retrivel system koleksi audio visual. Narasumber pelatihan adalah Pascalis P.W (EXPEE Promedia), Dwi Rahmanto (IVAA Jogjakarta), dan Melisa Angela (IVAA Jogjakarta).

Dalam siaran tertulis yang dikirim oleh Staf Humas ISI Surakarta, Esha Karwinarno, mengatakan pelatihan termasuk membahas isu teknologi yang sedang hangat di tengah masyarakat.

“Dampak penggunaan teknologi digital atau teknologi informasi (online) terhadap budaya atau kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat (offline) dibingkai oleh tema budaya digital, sebut saja gejolak transportasi online, debat haters vs lovers di media sosial saat pemilu, dan sebagainya,” jelasnya.

Dikatakannya, masyarakat tidak lagi hanya berperan sebagai konsumen pasif, tapi sebagai aktor aktif dalam membentuk, menyebarkan, bahkan mentransformasi berbagai informasi.

Dokumentasi:

Foto pembicara
Foto pembicara

Sumber: http://solo.tribunnews.com/2017/05/18/upt-perpustakaan-isi-solo-jajal-teknologi-audio-visual-sebagai-bahan-informasi-digital

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY