Dr Bambang Kuncoro M.Si, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan & Alumni Universitas Tidar, memberikan sambutan.
Dr Bambang Kuncoro M.Si, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan & Alumni Universitas Tidar, memberikan sambutan.

“Kami harapkan lantai 1 perpustakaan dibuatkan kantin yang luas”, Kata Bapak Dr Bambang Kuncoro M.Si, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan & Alumni Universitas Tidar.

Bapak Bambang memaparkan sebuah teori Mencapai Aktualisasi Diri, dari Maslow, kepada 260 mahasiswa dan dosen peserta sosialisasi. Beliau mengatakan bahwa makan adalah kebutuhan dasar bagi manusia. Mahasiswa dan dosen juga manusia. Jika mahasiswa dan dosen terpenuhi kebutuhan dasarnya, maka saat membaca referensi di perpustakaan pun akan lebih nyaman dan bisa lebih menikmati bacaan.

260 peserta dari dosen dan mahasiswa Untidar sangat antusias
260 peserta dari dosen dan mahasiswa Untidar sangat antusias

Beliau melanjutkan, menurut penelitian, 87% kualitas SDM penduduk di Indonesia tergolong rendah karena tidak terbiasa membaca bacaan berbahasa Inggris maupun bahasa Indonesia. Dan lebih dari 80% kualitas SDM penduduk Indonesia tidak terbiasa dengan menulis. Padahal menulis adalah salah satu cara efisien dan efektif untuk belajar, karena penulis dipaksa membaca sebelum menulis.

peserta sedang mengikuti mengakses ProQuest
peserta sedang mengikuti mengakses ProQuest

“Sebentar lagi, kita (Indonesia) akan di-drop 500 Guru Besar dari luar negeri. Maka dari itu dosen-dosen muda di Untidar diharapkan termotivasi untuk bersaing dengan mereka. Salah satunya dengan mempelajari jurnal-jurnal di ProQuest dan E-Book IG-Publishing untuk memperkaya bahan referensi. Dan ini aksesnya gratis karena telah dilanggan oleh Perpustakaan Untidar. Semoga dosen dan mahasiswa terbiasa membaca jurnal dan menulis.”, jelas Bambang Kuncoro, yang juga berprofesi sebagai dosen.

Moderator, Ibu Theresia Pinaka Ratna Ninghapsari, M.Pd, kiri, dan Pembicara, Bapak Dwi Janto Suandaru SE, kanan
Moderator, Ibu Theresia Pinaka Ratna Ninghapsari, M.Pd, kiri, dan Pembicara, Bapak Dwi Janto Suandaru SE, kanan

Perpustakaan Untidar sendiri telah melanggan jurnal ProQuest sejak ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi Negeri. Journal ProQuest ini memiliki banyak database yaitu ProQuest Art and Humanities , ProQuest Agriculture & Environmental, Science Database, Technology Collection, ProQuest Nursing & Allied Health, ProQuest Biology, ProQuest Sociology, ProQuest Agriculture Journals, ProQuest Art, ProQuest Religion.

Peserta tampak serius mendengar penjelasan pembicara
Peserta tampak serius mendengar penjelasan pembicara

Kegiatan yang dipandu oleh Moderator, Ibu Theresia Pinaka Ratna Ninghapsari, M.Pd, ini mengajak Anda melihat peringkat-peringkat Perguruan Tinggi dari berbagai aspek menurut Kemenristekdikti tahun 2016. Menurut Dwi Janto Suandaru, pembicara, bahwa penilaian peringkat ini menjadi motivasi untuk aktif menulis dan mengakses jurnal-jurnal nasional dan internasional. Beliau menjelaskan kemabali bahwa peringkat tersebut dinilai lebih kepada kualitas mahasiswa dan pasca sarjana. Dua porsi terbesar ada pada akreditasi dan kualitas kegiatan penelitian. Masing-masing berbobot 30% sehingga lebih dari setengah nilai ada pada kedua aspek tersebut dari lima aspek. Berikut kelima aspek yang menjadi bahan penilaian Kemenristekdikti:

  1. Aspek Kualitas Dosen (12%), jumlah dosen berpendidikan S3 atau jumlah total (Kode A1). Jumlah dosen dalam jabatan Lektor Kepala dan Guru Besar / Jumlah Dosen Tetap (kode A2).
  2. Kecukupan Dosen (18%), Jumlah Dosen Tetap / Jumlah Mahasiswa (Kode B1).
  3. Akreditasi (30%), Akreditasi Institusi (Kode C1). Jumlah Program Studi terakreditasi A dan B / Jumlah Program Studi Total (Kode D2).
  4. Kualitas Kegiatan Kemahasiswaan (10%), Prestasi Mahasiswa Program Kemenristekdikti (Kode D1), Prestasi mahasiswa program non-kementeriandikti (Kode D2).
  5. Kualitas Kegiatan Penelitian (30%), capaian kinerja penelitian sesuai kriteria Ditjen Risbang (Kode E1), Jumlah dokumen terindeks scopus / dosen tetap (Kode E2).
panitia foto bareng dengan pembicara
panitia foto bareng dengan pembicara

Nah setelah mengetahui kelima aspek lalu melakukan penilaian. Kemenristekdikti menentukan peringkat Perguruan Tinggi terbaik umum di Indonesia versi kemenristek 2016:

  1. Institut Teknologi Bandung (ITB); skor total 3.78; (dibanding tahun lalu: stabil).
  2. Universitas Gadjah Mada (UGM); skor total 3.72; (dibanding tahun lalu: stabil).
  3. Universitas Indonesia (UI); skor total 3.69; (dibanding tahun lalu: naik 1 peringkat).
  4. Institut Pertanian Bogor (IPB); skor total 3.54; (dibanding tahun lalu: turun 1).
  5. Universitas Brawijaya (UB); skor total 3.24; (dibanding tahun lalu: naik 1).
  6. Institut Teknologi Sepuluh November (ITS); skor total3.17; (dibanding tahun lalu: turun 1).
  7. Universitas Airlangga (UA); skor total 3.15; (dibanding tahun lalu: naik 1).
  8. Universitas Hasanuddin (Unhas); skor total 3.06; (dibanding tahun lalu: naik 3).
  9. Universitas Diponegoro (Undip); skor total 3.04; (dibanding tahun lalu: naik 1).
  10. Universitas Padjadjaran (Unpad); skor total 2.97; (dibanding tahun lalu: turun 3).
  11. Universitas Andalas; skor total 2.88; (dibanding tahun lalu: naik 2).
  12. Universitas Sebelas Maret (UNS); skor total 2.87; (dibanding tahun lalu: turun 3).

Tidak hanya itu, Kemenristekdikti juga merangking dari masing-masing kelima aspek tersebut. Sehingga terdapat perguruan  tinggi terbaik pada aspek tertentu yang mungkin tidak masuk ke dalam 12 rangking teratas secara umum. Berikut kami sajikan.

10 Peringkat teratas Perguruan Tinggi berdasarkan Sumber Daya Manusia:

  1. Institut Pertanian Bogor
  2. Universitas Gadjah Mada
  3. Universitas Negeri Malang
  4. Universitas Negeri Makassar
  5. Institut Teknologi Bandung
  6. Universitas Indonesia
  7. Universitas Pendidikan Ganesha
  8. Universitas Negeri Yogyakarta
  9. Universitas Andalas
  10. Universitas Hasanuddin

10 Peringkat teratas Perguruan Tinggi berdasarkan Kemahasiswaan:

  1. Universitas Indonesia
  2. Universitas Brawijaya
  3. Universitas Gadjah Mada
  4. Institut Teknologi Bandung
  5. Institut Teknologi Sepuluh November
  6. Universitas Negeri Jakarta
  7. Universitas Airlangga
  8. Institut Pertanian Bogor
  9. Universitas Diponegoro
  10. Universitas Surabaya

10 peringkat teratas Perguruan Tinggi berdasarkan Akreditasi:

  1. Politeknik Elektro Negeri Surabaya
  2. Institut Teknologi Bandung
  3. Universitas Gadjah Mada
  4. Universitas Petra
  5. Universitas Gunadharma
  6. Universitas Indonesia
  7. Institut Pertanian Bogor
  8. Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  9. Universitas Padjadjaran
  10. Universitas Surabaya

10 peringkat teratas Perguruan Tinggi berdasarkan penelitian:

  1. Institut Teknologi Bandung
  2. Universitas Gadjah Mada
  3. Universitas Indonesia
  4. Institut Pertanian Bogor
  5. Universitas Hasanuddin
  6. Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  7. Universitas Airlangga
  8. Universitas Diponegoro
  9. Universitas Brawijaya
  10. Universitas Padjadjaran

Semoga Universitas Tidar bisa masuk 10 besar peringkat teratas perguruan tinggi pada salah satu aspek tersebut. Khususnya berdasarkan penelitian. Maka dari itu, kami dari perpustakaan telah melanggan Journal ProQuest dan E-Book untuk mencapai target tersebut. Memang menjadi target yang masih jauh. Namun bukan tidak mungkin itu akan tercapai.

foto bersama dosen dengan pembicara
foto bersama dosen dengan pembicara

Dalam sosialisasi ini, Bapak Dwi Janto Suandaru, menjelaskan bagaimana mengakses jurnal dan e-book dengan baik dan efisien serta efektif. Semua peserta diajak untuk praktek langsung menggunakan laptop masing-masing. Pertama,

Setelah memberikan tutorial akses dan download journal ProQuest dan E-Book IG Publishing. Bapak Dwi Janto Suandaru, memaparkan tips dan trik cara jitu mempublikasi Artikel Ilmiah di Jurnal Internasional. Namun sebelum menuju tips nya, ada baiknya perhatikan keenam aspek dasar ini terlebih dahulu yaitu:

  1. Anda harus terlebih dahulu menentukan spesialisasi bidang ilmu. Mungkin bisa diambil dari peminatan Anda pada bidang Anda. Misal tentang Program Studi Pertanian, minat Anda bisa fokus pada tanaman obat di pedalaman Magelang. Biasanya yang mudah lolos adalah dari pulau jawa. Maka bisa mencari penelitian di kalimantan atau sulawesi, apalagi Papua.
  2. Anda harus jeli memilih jurnal. Karena terdapat aturan-aturan seperti ada peer-reviewed-nya serta tutorial tulisan.
  3. Anda harus terbiasa untuk mencari referensi yang tepat (e-resources). Misal menggunakan Journal ProQuest.
  4. Lalu Anda harus aktif mengecek jurnal yang Anda pilih di website DIKTI. Karena sekarang banyak jurnal yang abal-abal alias tidak terlisensi. Padahal berpengaruh pada penilaian oleh Dikti.
  5. Jangan lupa untuk mengecek Impact Factor. Seperti Thomson ISI Knowledge, Scopus, Citex, Google Scholar, & SCImago.
  6. Aspek terakhir adalah mengenal lamanya menunggu dipublikasikan, dan biaya tentunya.
journal ProQuest dan E-Book IG Publishing juga bisa diakses melalui smartphone
journal ProQuest dan E-Book IG Publishing juga bisa diakses melalui smartphone

Nhah, Bapak Dwi Janto Suandaru juga memberikan tips. Supaya lebih cepat terpublikasi naskah ilmiah atau jurnal Anda.

  1. Pilihlah artikel yang unik. Misalnya ada professor yang melihat belimbing wuluh. Supaya lebih unik maka beliau meneliti saos belimbing wuluh, ternyata belum pernah ada penelitian serupa di jurnal manapun.
  2. Pilihlah terlebih dahulu jurnal yang ber-impact factor tinggi. Apabila karya Anda diterima, maka tulisan Anda langsung melejit. Namun jika ditolak pada jurnal tersebut maka masukan pada peringkat dibawahnya. Maka kemungkinan lolos akan jauh lebih besar, begitu seterusnya.

    Peserta mengakses E-Book IG Publishing
    Peserta mengakses E-Book IG Publishing
  3. Kualitas abstrak harus terbaik. Karena reviewer pertama kali akan membaca abstrak di naskah Anda. Jadi buatlah dengan bahasa jurnal seperti jurnal-jurnal lain sebelumnya pada publikasi tersebut.
  4. Introduction (menentukan posisi artikel). Artinya Anda harus bisa mengenal kebiasaan atau budaya pada publikasi jurnal yang Anda pilih. Supaya bisa menentukan naskah Anda masuk pada subyek rinci apa.
  5. Nah disini, menjadi penting karena metodologi yang salah atau standart akan membuat reputasi naskah Anda menurun dimata reviewer. Jadi perkuatlah disini.
  6. Diskusi (tidak fokus ke hasil). Manfaatkanlah diskusi dengan penelitian lain. Baik melalui internet maupun sosial media yang bersahabat dengan Anda. Semakin banyak kritik, maka semakin bagus.
  7. Ikuti saran reviewer, kerjakan segera. Bila Anda mendapatkan email, langsung kerjakan, jangan menunggu karena reviewer tidak hanya mengevaluasi naskah Anda semata. Ada banyak jutaan naskah yang menyaingi Anda.

    seorang penanya dari enam penanya
    seorang penanya dari enam penanya
  8. Jangan masukan 2 atau lebih artikel dalam waktu bersamaan ke satu jurnal.
  9. Masukan artikel ke jurnal yang senior atau pembimbing pernah submit. Jika Anda mengenal seseorang atau alumni yang pernah lolos pada jurnal yang sama dengan Anda. Banyaklah berbagi pengalaman bersamanya.
  10. Terakhir, jangan kecil hati bila ditolak. Karena teman Anda Banyak. Karena Anda berpotensi. Dan karena jurnal Anda adalah perubahan peradaban bangsa ini.

.

Peserta sempatkan wifie (selfie bareng) dengan pembicara, dua dari kiri,
Peserta sempatkan wifie (selfie bareng) dengan pembicara, dua dari kiri,

.

 

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY