Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing atau yang lebih dikenal dengan BIPA merupakan salah satu primadona baru dalam pengajaran yang terdapat di perguruan tinggi. Kehadirannya bak jamur yang tumbuh di musim hujan. Setiap kampus baik negeri maupun swasta kini sudah memiliki program BIPA tersebut. Tak ayal banyak seminar dan kajian yang tiap tahun dilakukan untuk lebih menguatkan program BIPA di instansi-instansi yang mengusung program ini.

Pengajaran BIPA di kampus-kampus tidak dapat dilepaskan dari budaya dan sastra. Karena kedua hal tersebut sangat berkaitan dan dapat dijadikan sebagai salah satu pendekatan yang menarik dalam mengajarkan BIPA.

Materi yang diajarkan dalam program BIPA tak hanya melulu tentang kosakata bahasa Indonesia, tetapi juga dapat dikaitkan dengan budaya dan sastra sehingga pengajaran menjadi lebih menarik dan menjual.

Berdasarkan hal tersebut, Pusat Bahasa Universitas Tidar, Balai Bahasa Jawa Tengah, dan HISKI Komisariat Kedu mencoba untuk mengadakan Seminar Nasional Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya (KABASTRA) dengan tema “Pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing dalam Kerangka Sastra dan Budaya” pada 9 September 2017 di Auditorium Universitas Tidar.

Dengan adanya acara tersebut diharapkan para peneliti, dosen, guru, dan khalayak umum yang mencintai BIPA, budaya, dan sastra akan dapat berkumpul untuk memperbincangkan isu, fenomena, serta gagasan baru dalam kaitannya dengan kajian BIPA, budaya, dan sastra yang sampai sekarang ini sudah mendapatkan tempat yang istimewa.

Beberapa kajian yang telah dilakukan oleh para dosen, guru, peneliti, praktisi, ataupun masyarakat pecinta bahasa, sastra, BIPA dan pengajaran yang terangkum dalam buku ini semoga dapat memberikan manfaat, warna, dan wacana, serta inspirasi baru sehingga harapannya buku ini dapat dipakai sebagai salah satu referensi dalam melakukan kajian ilmu pengetahuan di bidang bahasa, sastra, BIPA dan pengajarannya.

Prosiding dapat diunduh klik di sini

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY