oleh: Agus Suprapto

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Tidar

ABSTRACT

Mount Merapi volcanic is most active volcano in Indonesia and periodically erupted. The erupted materials has been from Mount Merapi volcanic which including gas, lava, sand and pyroclastic were rich of base cations that usefull for plant growth.  Volcanic ash from Mount Merapi volcanic is relative good materials. Volcanic ash contains elements that are beneficial to plants, nutrient content is dominated by silicate about 53.92 %. Farmland rehabilitation efforts should be based on the potential of land whose success depends on the choice of commodities and farming systems in accordance with the characteristics of the soil resources. Rapid crop on the farmland is the eruption of Mount Merapi e.g.  green onion, bananas, taro crops and forage grasses.

 

Key words: eruption, Mount Merapi, pyroclastic, soil fertility

PENDAHULUAN

Gunung Merapi merupakan gunung teraktif di Indonesia. Secara umum, gunung api meletus dalam periode yang panjang, namun Gunung Merapi memiliki frekuensi yang rapat. Rata-rata Gunung Merapi meletus dalam siklus pendek yang terjadi setiap periode 2-5 tahun. Sedangkan siklus menengah setiap 5-7 tahun (Rahayu dkk., 2014). Aktivitas letusan Gunung Merapi terkini pada  bulan November 2010 tergolong erupsi besar, diperkirakan hasil erupsi mencapai 140 juta m3. Material yang telah dikeluarkan oleh letusan Gunung Merapi yang berupa gas, lava, padatan piroklastik dan lahar mengakibatkan kerusakan pada berbagai sektor termasuk sektor pertanian. Tingkat kerusakan lahan sangat dipengaruhi oleh macam, ukuran dan ketebalan material vulkanik penutupnya. Material vulkanik Gunung Merapi  didominasi  oleh fraksi pasir dan mineral penyusunnya yaitu piroksin, plagioklas, hornblende, magnetik  dan kuarsa (Ariyanto, dkk., 2011).

full text klik di sini

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY