Dalam rangka meningkatkan peran strategis perpustakaan pada institusi perguruan tinggi, UPT Perpustakaan Universitas Jenderal Soedirman menggelar Seminar Nasional dengan tema Revitalisasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Berbasis Komunikasi dan Dukungan Sinergis Masyarakat Kampus, Senin (16/10). Bertempat di Gedung Roedhiro Universitas Jenderal Soedirman, Seminar nasional ini menghadirkan tiga pembicara yakni, Deputi Menteri PPN/Kepala Bapennas bidang Pembangunan Manusia Masyarakat dan Kebudayaan, Dr. Ir. Subandi, M.Sc, Kepala Biro Hukum dan Perencanaan Perpustakaan Nasional, Dr. Djoko Santoso, M.Hum, Kepala UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd.

Rektor Universitas Jenderal Soedirman, Dr. Ir. Achmad Iqbal, M.Si dalam sambutannya sekaligus membuka acara menyampaikan bahwa salah satu tantangan terbesar perpustakaan di perguruan tinggi adalah bagaimana perpustakaan kampus bertransformasi diri di era digital dalam memberikan layanan kepada sivitas akademikanya. “Perpustakaan di perguruan tinggi  bisa memainkan peranannya melalui tiga cara, yakni ramah akses, tervalidasi dan spesifik. Ramah akses, berarti koleksinya tidak lagi semata-mata dalam bentuk fisik, melainkan dalam beragam format yang disesuaikan dengan kepentingan pengguna. Tervalidasi, berarti koleksinya harus  betul-betul referensi yang bermutu baik serta bereputasi. Terakhir adalah spesifik, yang berarti koleksi yang tersedia di perpustakaan dapat memenuhi kepentingan sivitas akademika yang beragam disiplin ilmunya”, ungkap Rektor.

Lebih lanjut Rektor menyampaikan harapannya semoga dengan terselenggaranya acara ini dapat membangun rasa memiliki dan mencintai perpustakaan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas kita sebagai akademisi. Acara seminar nasional yang dilakukan secara panel ini, dimoderatori oleh Bapak Muh. Sugiarto, Ph.D. Dalam seminar dikemukakan oleh Dr. Ir. Subandi, M.Sc  bahwa perpustakaan memiliki peran penting dalam pendidikan tinggi antara lain, mendukung fungsi edukasi dan riset, publikasi dan informasi, serta rekreasi dan inovasi civitas akademika. “Fungsi edukasi dan riset, perpustakaan sebagai sumber belajar civitas akademika, fungsi publikasi dan informasi, perpustakaan sebagai wahana publikasi hasil karya akademik, serta fungsi rekreasi dan inovasi, perpustakaan sebagai pusat aktivitas mahasiswa yang menyenangkan dan mampu menumbuhkan inovasi”, jelas Kepala Bappenas. Ditambahkan pula oleh Dr. Djoko Santoso, M.Hum terkait perkembangan perpustakaan berbasis komunikasi di era digital. Lebih lanjut, disampaikan juga oleh Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd bahwa adanya kemunculan tatanan baru di abad ke 21 yakni perbaruan antara belajar, bersantai, bekerja dan berempati dalam kehidupan sehari – hari. “Perpustakaan harus ditransformasikan atau direvitalisasikan di era abad 21 dengan menata kembali aspek fisikal ruang, sosial budaya dan akademis intelektual,” ungkap Kepala UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang.

Acara seminar dilanjutkan dengan kunjungan kepala Bappenas, Rektor UNSOED, dan Kepala Biro Hukum dan Perencanaan Perpustakaan Nasional ke UPT Perpustakaan UNSOED. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat sejauh mana pemanfaatan e-resources, jurnal, dan repositori yang terdapat di UNSOED.

Maju Terus Pantang Mundur, Tak Kenal menyerah !!

Sumber: http://unsoed.ac.id/id/berita/tingkatkan-peran-perpustakaan-perguruan-tinggi-di-era-komunikasi-digital

BAGIKAN

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY